assalamualaikum wr wb
Installasi Windows Server 2003 enterprise
Posted by muhammadrobi20.blogspot.com
Posted on 8:10 PM
with No comments
WEB server
Posted by muhammadrobi20.blogspot.com
Posted on 11:07 PM
with No comments
assalamualaikum wr wb
DHCP server
Posted by muhammadrobi20.blogspot.com
Posted on 11:05 PM
with No comments
assalamualaikum wr wb
Active Directory di Windows Server 2003
Posted by muhammadrobi20.blogspot.com
Posted on 10:59 PM
with No comments
assalamualaikum wr wb
Analisa Kebutuhan Windows Server 2003
Posted by muhammadrobi20.blogspot.com
Posted on 10:53 PM
with No comments
assalamualaikum wr wb
Konfigurasi mail server pada windows server 2003
Posted by muhammadrobi20.blogspot.com
Posted on 1:50 PM
with No comments
assalamualaikum wr wb
kali ini saya akan memposting bagaimana cara menkonfigurasi mail server pada windows server 2003
konfigurasi HTTPS & HTTP pada windows server 2003
Posted by muhammadrobi20.blogspot.com
Posted on 10:26 AM
with No comments
assalamualaikum wr wb
kali ini saya akan memposting bagaimana cara menkonfigurasi web server https dan http pada windows server 2003
Windows 2000 Server
Posted by muhammadrobi20.blogspot.com
Posted on 1:25 PM
with No comments
Instalasi Windows 2000 Server
Instalasi merupakan langkah awal yang harus Anda pahami sebelum menggunakan Windows 2000 Server dalam jaringan. Kesempurnaan proses instalasi akan sangat mempengaruhi kinerja mesin server. Pemahaman yang baik mengenai persyaratan dan proses instalasi juga akan sangat membantu dalam proses troubleshooting serta optimasi sistem server.
2.1 Persyaratan Hardware dan Software
Agar sistem Windows 2000 Server dapat berjalan maksimal maka dibutuhkan hardware dan software yang sesuai dengan persyaratan minimal. Berdasarkan informasi resmi dari website Microsoft, persyaratan hardware yang dibutuhkan untuk melakukan instalasi Windows 2000 Server adalah sebagai berikut :
Komponen Spesfikasi Minimum Spesifikasi Yang Disarankan
Processor Pentium 133 Pentium 166
RAM 128 MB 256 MB
Harddisk 2 GB dengan space Sesuai dengan data yang akan
bebas minimal 1 GB disimpan di server
Display VGA Card dan monitor yang mendukung resolusi 640 x 480 Mendukung resolusi 1024 x 768
CDROM Drive 12X Speed, tidak dibutuhkan untuk instalasi lewat jaringan Lebih tinggi dari 12X
Network Card Sesuai topologi dan kebutuhan jaringan Sesuai topologi dan kebutuhan jaringan
Disk Drive Disk drive 3.5” , untuk instalasi dengan disket. Disk drive 3.5” , untuk instalasi dengan disket.
spesifikasi yang disebutkan di atas adalah kebutuhan minimum agar Windows 2000 Server dapat terinstal dalam komputer. Apabila Anda serius menjadikan sebuah komputer sebagai server jaringan, maka sangat disarankan menggunakan mesin kelas Pentium III dengan RAM 256 MB untuk memperoleh kinerja maksimal.
Untuk menjalankan berbagai latihan dalam buku ini disarankan anda menggunakan komputer Pentium 200 MHz dengan RAM 128 MB. Pada prinsipnya semakin tinggi spesifikasi hardware Anda maka performa sistem akan semakin baik.
Anda perlu memberikan perhatian khusus terhadap berbagai persyaratan software terutama bila Anda akan melakukan upgrade Windows NT Server 4.0 atau instalasi dual boot. Ada dua jenis sistem operasi yang dapat diupgrade menjadi Windows 2000 Server yaitu :
• Windows NT Server 3.51
• Windows NT Server 4.0
Instalasi merupakan langkah awal yang harus Anda pahami sebelum menggunakan Windows 2000 Server dalam jaringan. Kesempurnaan proses instalasi akan sangat mempengaruhi kinerja mesin server. Pemahaman yang baik mengenai persyaratan dan proses instalasi juga akan sangat membantu dalam proses troubleshooting serta optimasi sistem server.
2.1 Persyaratan Hardware dan Software
Agar sistem Windows 2000 Server dapat berjalan maksimal maka dibutuhkan hardware dan software yang sesuai dengan persyaratan minimal. Berdasarkan informasi resmi dari website Microsoft, persyaratan hardware yang dibutuhkan untuk melakukan instalasi Windows 2000 Server adalah sebagai berikut :
Komponen Spesfikasi Minimum Spesifikasi Yang Disarankan
Processor Pentium 133 Pentium 166
RAM 128 MB 256 MB
Harddisk 2 GB dengan space Sesuai dengan data yang akan
bebas minimal 1 GB disimpan di server
Display VGA Card dan monitor yang mendukung resolusi 640 x 480 Mendukung resolusi 1024 x 768
CDROM Drive 12X Speed, tidak dibutuhkan untuk instalasi lewat jaringan Lebih tinggi dari 12X
Network Card Sesuai topologi dan kebutuhan jaringan Sesuai topologi dan kebutuhan jaringan
Disk Drive Disk drive 3.5” , untuk instalasi dengan disket. Disk drive 3.5” , untuk instalasi dengan disket.
spesifikasi yang disebutkan di atas adalah kebutuhan minimum agar Windows 2000 Server dapat terinstal dalam komputer. Apabila Anda serius menjadikan sebuah komputer sebagai server jaringan, maka sangat disarankan menggunakan mesin kelas Pentium III dengan RAM 256 MB untuk memperoleh kinerja maksimal.
Untuk menjalankan berbagai latihan dalam buku ini disarankan anda menggunakan komputer Pentium 200 MHz dengan RAM 128 MB. Pada prinsipnya semakin tinggi spesifikasi hardware Anda maka performa sistem akan semakin baik.
Anda perlu memberikan perhatian khusus terhadap berbagai persyaratan software terutama bila Anda akan melakukan upgrade Windows NT Server 4.0 atau instalasi dual boot. Ada dua jenis sistem operasi yang dapat diupgrade menjadi Windows 2000 Server yaitu :
• Windows NT Server 3.51
• Windows NT Server 4.0
Windows Server 2003
Posted by muhammadrobi20.blogspot.com
Posted on 1:22 PM
with No comments
Cara Instalasi Windows Server 2003 - Sebelum melakukan instalasi pastikan Komputer yang akan anda instal sudah memenuhi persyaratan minimal sbb :
Windows Server 2003 Standard Edition
Processors minimum speed 550 megahertz (MHz). Atau minimum support 133 MHz. Maximum mendukung 4 processors per computer.
256 megabytes (MB) RAM (recommended minimum) atau minimum 128 MB, dan maksimum 4 gigabytes (GB).
Windows Server 2003 Web Edition
Satu atau Dua processors dengan recommended minimum kecepatan 550 megahertz (MHz). Minimum speed 133 MHz. Maximum mendukung dua processors per computer.
256 megabytes (MB) RAM (recommended minimum) atau minimum 128 MB, dan maksimum 2 gigabytes (GB).
Minimal Ruang hard disk 1.25 GB sampai 2 GB.
Harus menggunakan Partisi NTFS untuk Windows Server 2003, Web Edition.
Windows Server 2003 Enterprise Edition
Processors minimum speed 550 megahertz (MHz). Atau minimum support 133 MHz. Maximum mendukung 8 processors per computer.
256 megabytes (MB) RAM (recommended minimum) atau minimum 128 MB, dan maksimum 32 gigabytes (GB).
Windows Server 2003 Datacenter Edition
Diharuskan memiliki 8 atau lebih processors dengan minimum speed 400 megahertz (MHz). Untuk memulai instalasi baru, membutuhkan minimum processor 550 MHz. Maximum mendukung 32 processors per computer.
512 megabytes (MB) RAM minimum, 128 gigabytes (GB) maximum.
2 GB ruang hard-disk kosong (minimum) untuk Setup.
Dari kebutuhan hardware diatas anda bisa memilih ingin mengintal Windows Server 2003 yang sesuai dengan komputer anda.
PERANGKAT KEAMANAN JARINGAN KOMPUTER LAN DAN WAN
Posted by muhammadrobi20.blogspot.com
Posted on 9:05 PM
with No comments
1. FIREWALL
A. Pengertian Firewall
Firewall adalah sebuah sistem atau perangkat yang mengizinkan lalu lintas jaringan yang dianggap aman untuk melaluinya dan mencegah lalu lintas jaringan yang tidak aman. Umumnya, sebuah firewall diimplementasikan dalam sebuah mesin terdedikasi, yang berjalan pada pintu gerbang (gateway) antara jaringan lokal dan jaringan lainnya. Firewall umumnya juga digunakan untuk mengontrol akses terhadap siapa saja yang memiliki akses terhadap jaringan pribadi dari pihak luar. Saat ini, istilah firewall menjadi istilah generik yang merujuk pada sistem yang mengatur komunikasi antar dua jaringan yang berbeda. Mengingat saat ini banyak perusahaan yang memiliki akses ke Internet dan juga tentu saja jaringan korporat di dalamnya, maka perlindungan terhadap aset digital perusahaan tersebut dari serangan para hacker, pelaku spionase, ataupun pencuri data lainnya, menjadi esensial."
Gambar 1.1 Firewall
Jadi firewall adalah suatu mekanisme untuk melindungi keamanan jaringan komputer dengan menyaring paket data yang keluar dan masuk di jaringan. Paket data yang “baik” diperbolehkan untuk melewati jaringan dan paket dapa yang dianggap “jahat” tidak diperbolehkan melewati jaringan. Firewall dapat berupa perangkat lunak atau perangkat keras yang ditanam perangkat lunak yang dapat menfilter paket data. Firewall dapat juga berupa suatu sikap yang ditanam dan diajarkan kepada staf IT suatu perusahaan untuk tidak membocorkan data perusahaan kepada perusahaan. Ini untuk mencegah salah satu jenis hacking yaitu social enggeneering.
Ataupun memberi kunci pengaman pada alat-alat komputer dan jaringan, contohnya memasukan server ke dalam ruangan khusus dan dikunci. Kunci ruangan tersebut hanya dipegang oleh staf IT dan diperbolehkan menggunakan ruang tersebut atas seizin staf IT. Ini berfungsi selain menjaga kehilangan alat komputer dan jaringan secara fisik oleh pencuri atau perampokan, namun juga berfungsi menjaga kehilangan data yang tersimpan pada alat komputer tersebut. Bisa saja seseorang mencuri dan menghapus data penting perusahaan. Tentunya ini sangat merugikan perusahaan tersebut.
Berikut ini ilustrasi mengenai firewal
Gambar 1.2 Ilustrasi Firewall
B. Fungsi Firewall
· Mengontrol dan mengawasi paket data yang mengalir di jaringan
Firewall harus dapat mengatur, memfilter dan mengontrol lalu lintas data yang diizin untuk mengakses jaringan privat yang dilindungi firewall. Firewall harus dapat melakukan pemeriksaan terhadap paket data yang akan melawati jaringan privat. Beberapa kriteria yang dilakukan firewall apakah memperbolehkan paket data lewati atau tidak, antara lain :
- Alamat IP dari komputer sumber
- Port TCP/UDP sumber dari sumber.
- Alamat IP dari komputer tujuan.
- Port TCP/UDP tujuan data pada komputer tujuan
- Informasi dari header yang disimpan dalam paket data.
· Melakukan autentifikasi terhadap akses.
· Applikasi proxy Firewall mampu memeriksa lebih dari sekedar header dari paket data, kemampuan ini menuntut firewall untuk mampu mendeteksi protokol aplikasi tertentu yang spesifikasi.
· Mencatat setiap transaksi kejadian yang terjadi di firewall. Ini Memungkinkan membantu sebagai pendeteksian dini akan penjebolan jaringan.
2. Intrusion Detection System (IDS)
A. Pengertian
Adalah sebuah aplikasi perangkat lunak atau perangkat keras yang dapat mendeteksi aktivitas yang mencurigakan dalam sebuah sistem atau jaringan. IDS dapat melakukan inspeksi terhadap lalu lintas inbound dan outbound dalam sebuah sistem atau jaringan, melakukan analisis dan mencari bukti dari percobaan intrusi (penyusupan).
Gambar 1.3 Intrusion Detection System (IDS)
B. Jenis IDS
Ada dua jenis IDS, yakni:
1) Network-based Intrusion Detection System (NIDS)
Semua lalu lintas yang mengalir ke sebuah jaringan akan dianalisis untuk mencari apakah ada percobaan serangan atau penyusupan ke dalam sistem jaringan. NIDS umumnya terletak di dalam segmen jaringan penting di mana server berada atau terdapat pada "pintu masuk" jaringan. Kelemahan NIDS adalah bahwa NIDS agak rumit diimplementasikan dalam sebuah jaringan yang menggunakan switch Ethernet, meskipun beberapa vendor switch Ethernet sekarang telah menerapkan fungsi IDS di dalam switch buatannya untuk memonitor port atau koneksi.
2) Host-based Intrusion Detection System (HIDS)
Aktivitas sebuah host jaringan individual akan dipantau apakah terjadi sebuah percobaan serangan atau penyusupan ke dalamnya atau tidak. HIDS seringnya diletakkan pada server-server kritis di jaringan, seperti halnya firewall, web server, atau server yang terkoneksi ke Internet.
Kebanyakan produk IDS merupakan sistem yang bersifat pasif, mengingat tugasnya hanyalah mendeteksi intrusi yang terjadi dan memberikan peringatan kepada administrator jaringan bahwa mungkin ada serangan atau gangguan terhadap jaringan. Akhir-akhir ini, beberapa vendor juga mengembangkan IDS yang bersifat aktif yang dapat melakukan beberapa tugas untuk melindungi host atau jaringan dari serangan ketika terdeteksi, seperti halnya menutup beberapa port atau memblokir beberapa alamat IP. Produk seperti ini umumnya disebut sebagai Intrusion Prevention System (IPS). Beberapa produk IDS juga menggabungkan kemampuan yang dimiliki oleh HIDS dan NIDS, yang kemudian disebut sebagai sistem hibrid (hybrid intrusion detection system).
C. Implementasi dan Cara Kerja
Ada beberapa cara bagaimana IDS bekerja. Cara yang paling populer adalah dengan menggunakan pendeteksian berbasis signature (seperti halnya yang dilakukan oleh beberapa antivirus), yang melibatkan pencocokan lalu lintas jaringan dengan basis data yang berisi cara-cara serangan dan penyusupan yang sering dilakukan oleh penyerang. Sama seperti halnya antivirus, jenis ini membutuhkan pembaruan terhadap basis data signature IDS yang bersangkutan.
Metode selanjutnya adalah dengan mendeteksi adanya anomali, yang disebut sebagai Anomaly-based IDS. Jenis ini melibatkan pola lalu lintas yang mungkin merupakan sebuah serangan yang sedang dilakukan oleh penyerang. Umumnya, dilakukan dengan menggunakan teknik statistik untuk membandingkan lalu lintas yang sedang dipantau dengan lalu lintas normal yang biasa terjadi. Metode ini menawarkan kelebihan dibandingkan signature-based IDS, yakni ia dapat mendeteksi bentuk serangan yang baru dan belum terdapat di dalam basis data signature IDS. Kelemahannya, adalah jenis ini sering mengeluarkan pesan false positive. Sehingga tugas administrator menjadi lebih rumit, dengan harus memilah-milah mana yang merupakan serangan yang sebenarnya dari banyaknya laporan false positive yang muncul
Teknik lainnya yang digunakan adalah dengan memantau berkas-berkas sistem operasi, yakni dengan cara melihat apakah ada percobaan untuk mengubah beberapa berkas sistem operasi, utamanya berkas log. Teknik ini seringnya diimplementasikan di dalam HIDS, selain tentunya melakukan pemindaian terhadap log sistem untuk memantau apakah terjadi kejadian yang tidak biasa.
3. Intrusion Prevention System (IPS)
A. Pengertian
Merupakan kombinasi antara fasilitas blocking capabilities dari Firewall dan kedalaman inspeksi paket data dari Intrusion Detection System (IDS). IPS diciptakan pada awal tahun 1990-an untuk memecahkan masalah serangan yang selalu melanda jaringan komputer. IPS membuat akses kontrol dengan cara melihat konten aplikasi, dari pada melihat IP address atau ports, yang biasanya dilakukan oleh firewall. IPS komersil pertama dinamakan BlackIce diproduksi oleh perusahaan NetworkIce, hingga kemudian berubah namanya menjadi ISS(Internet Security System). Sistem setup IPS sama dengan sistem setup IDS. IPS mampu mencegah serangan yang datang dengan bantuan administrator secara minimal atau bahkan tidak sama sekali. Secara logic IPS akan menghalangi suatu serangan sebelum terjadi eksekusi dalam memori, selain itu IPS membandingkan file checksum yang tidak semestinya mendapatkan izin untuk dieksekusi dan juga bisa menginterupsi sistem call.
Gambar 1.4 Intrusion Prevention System (IPS)
B. Jenis-jenis IPS
1) Host-based Intrusion Prevention System
Host Based IPS (HIPS) bekerja dengan memaksa sekelompok perangkat lunak fundamental untuk berkovensi secara konstan. Hal ini disebut dengan Application Binary Interface (ABI). Hampir tidak mungkin untuk membajak sebuah aplikasi tanpa memodifikasi Application Binary Interface, karena konvensi ini bersifat universal di antara aplikasi-aplikasi yang dimodifikasi.
HIPS merupakan sebuah system pecegahan yang terdiri dari banyak layer, menggunakan packet filtering, inspeksi status dan metode pencegahan intrusi yang bersifat real-time untuk menjaga host berada di bawah keadaan dari efisiensi performansi yang layak. Mekanisme kerjanya yaitu dengan mencegah kode-kode berbahaya yang memasuki host agar tidak dieksekusi tanpa perlu untuk mengecek threat signature.
2) Network Intrusion Prevention System
Network Based IPS (NIPS), yang juga disebut sebagai “In-line proactive protection”, menahan semua trafik jaringan dan menginspeksi kelakuan dan kode yang mencurigakan.Karena menggunakan in-line model, performansi tinggi merupakan sebuah elemen krusial dari perangkat IPS untuk mencegah terjadinya bottleneck pada jaringan. Oleh karena itu, NIPS biasanya didesain menggunakan tiga komponen untuk mengakselerasi performansi bandwidth, yaitu :
1. Network Chips (Network processor)
2. FPGA Chips
3. ASIC Chips
Network Based IPS (NIPS) biasanya dibangun dengan tujuan tertentu, sama halnya dengan switch dan router.Beberapa teknologi sudah diterapkan pada NIPS, seperti signature matching, analisa protocol dan kelainan pada protocol, identifikasi dari pola trafik, dan sebagainya. NIPS dibuat untuk menganalisa, mendeteksi, dan melaporkan seluruh arus data dan disetting dengan konfigurasi kebijakan keamanan NIPS, sehingga segala serangan yang datang dapat langsung terdeteksi.
Kebijakan keamanan NIPS sendiri terdiri dari:
· Content based Intrusion Prevention System
yang bertugas mengawasi isi dari paket-paket yang berlalu lalang dan mencari urutan yang unik dari paket-paket tersebut, berisi virus worm, trojan horse,dll.
· Rate Based Intrusion Prevention System
bertugas mencegah dengan cara memonitor melalui arus lalu lintas jaringan dan dibandingkan dengan data statistic yang tersimpan dalam database. Apabila RBIPS mengenali paket-paket yang tidak jelas, maka langsung mengkarantina paket tersebut. Baik host based maupun network IPS memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. HIPS dapat mengatasi semua jenis jaringan yang terenkripsi dan dapat menganalisa semua kode, sedangkat NIPS tidak menggunakan prosesor dan memori di client maupun host. NIPS tidak selalu bagus, kadang bisa gagal dalam mendeteksi serangan, kadang bisa langsung mendeteksi serangan. Keuntungan NIPS adalah administrasinya yang gampang.
C. Cara Kerja IPS
Formula yang umum digunakan untuk mendefinisikan IPS adalah: IPS = IDS + Firewall.
Penjelasan :
Firewall merupakan sebuah system yang menerapkan sebuah kebijakan kontrol akses yang memeriksa trafik data yang lalu lalang dan memblok paket data yang tidak sesuai dengan kebijakan keamanan. Sebuah Intrusion Detection System (IDS) memonitor performansi system atau jaringan, mencari pola tingkah laku yang tidak sesuai dengan kebijakan keamanan atau tanda-tanda serangan yang dapat dikenali, dan kemudian jika ditemukan maka IDS akan memicu alarm. Di sini, firewall akan menolak serangan yang sudah pasti/jelas, sementara trafik yang mencurigakan akan dibiarkan lewat. Di sisi lain, IDS memonitor semua data di dalam jaringan, memberitahukan administrator jaringan akan adanya serangan pada saat serangan mulai ‘hidup’ dan berada di dalam jaringan. Dengan kata lain, baik IDS maupun firewall tidak mampu memblokir serangan ketika intrusi benar-benar telah terjadi.
Lebih jauh lagi, IPS sebenarnya lebih dari sekedar IDS + firewall. IPS didesain sebagai sebuah embedded system yang membuat banyak filter untuk mencegah bermacam-macam serangan seperti hacker, worm, virus, Denial of Service (DoS) dan trafik berbahaya lainnya, agar jaringan enterprise tidak menderita banyak kerugian bahkan ketika security patch terbaru belum diterapkan. Pembangunan IPS didasarkan pada sebuah modul “in-line”: data melewati perangkat IPS dari satu ujung dari kanal data tunggal, hanya data yang sudah dicek dan divalidasi oleh mesin IPS yang diperbolehkan untuk lewat menuju ujung lain dari kanal data. Pada scenario ini, paket yang mengandung tanda-tanda serangan pada paket asalnya akan dibersihkan dari jaringan.
Penggunaan multiple filter pada IPS membuatnya secara signifikan lebih efektif ketika menginspeksi, mengidentifikasi dan memblokir serangan berdasarkan urutan waktu. IPS membuat filter baru ketika sebuah metode serangan baru diidentifikasi. Mesin inspeksi paket data IPS normalnya terdiri dari integrated circuit yang didesain untuk inspeksi data mendalam. Setiap serangan yang mencoba mengeksploitasi kelemahan dari layer 2 sampai layer 7 OSI akan difilter oleh mesin IPS yang mana, secara tradisional, kemampuan firewall hanya terbatas sampai modul 3 atau 4 saja. Teknologi packet-filter dari firewall tradisional tidak menerapkan inspeksi untuk setiap byte dari segmen data yang bermakna tidak semua serangan dapat diidentifikasikan olehnya. Secara kontras, IPS mampu melakukan inspeksi tersebut dan semua paket data diklasifikasikan dan dikirim ke filter yang sesuai menurut informasi header yang ditemukan di segmen data, seperti alamat asal, alamat tujuan, port, data field dan sebagainya. Setiap filter bertanggung jawab untuk menganalisis paket-paket yang berkaitan, dan yang mengandung tanda-tanda membahayakan akan didrop dan jika dinyatakan tidak berbahaya akan dibiarkan lewat. Paket yang belum jelas akan diinspeksi lebih lanjut. Untuk setiap tipe serangan berbeda, IPS membutuhkan sebuah filter yang bersesuaian dengan aturan filtering yang sudah ditentukan sebelumnya. Aturan-aturan ini mempunyai definisi luas untuk tujuan akurasi, atau memastikan bahwa sebisa mungkin jangkauan aktifitas yang luas dapat terenkapsulasi di dalam sebuah definisi. Ketika mengklasifikasikan sebuah aliran data, mesin filter akan mengacu pada informasi segmen paket, menganalisa konteks dari field tertentu dengan tujuan untuk mengimprovisasi akurasi dari proses filtering.
Windows 2000
Posted by muhammadrobi20.blogspot.com
Posted on 7:16 PM
with No comments
WINDOWS 2000
Windows 2000 merupakan Network Operating System (NOS) untuk
melakukan konfigurasi dan manajemen jaringan baik skala kecil, menengah, maupun
besar. Teknologi sistem operasi Windows 2000 sebenarnya merupakan kelanjutan teknologi
Windows NT yang telah cukup lama digunakan secara luas di pasaran. Keluarga
Windows 2000 terdiri dari 4 jenis sistem operasi, 3 diantaranya merupakan
sistem operasi untuk server dan 1 untuk workstation.
Versi ini merupakan kelanjutan teknologi Windows NT Server
4.0 dengan berbagai fasilitas baru yang semakin memudahkan pengelolaan
jaringan. Keluarga server Windows 2000 terdiri dari 3 jenis yaitu versi standar
(Server), Advance Server, dan Data Center Server. Windows 2000 Server memiliki
semua kemampuan yang ada pada versi Professional ditambah berbagai fasilitas
inti yang dibutuhkan sebagai server jaringan. Versi ini dapat digunakan sebagai
file dan print server, application server, web server, maupun communication
server. Fasilitas penting yang dimiliki versi ini antara lain :
Dukungan untuk penggunaan 2 processor bila diinstal dengan
mode clean install, atau 4 processor apabila instalasi dilakukan dengan
mengupgrade Windows NT Server.
1. Active
Directory Service untuk memudahkan pengelolaan sumber daya
dan obyek jaringan.
2. Sistem keamanan
jaringan menggunakan Kerberos dan public key infrastructure
3. Internet
Connection Sharing Web Server dengan menggunakan Internet
Information Services versi 5.0.
4. Windows
Terminal Services untuk memudahkan administrasi jaringan dan
pemanfaatan
hardware komputer lama sehingga dapat digunakan untuk
berbagai aplikasi baru.
5. Dukungan
penggunaan RAM hingga 4 GB
Spesifikasi hardware : minimal ram 64 MB
Kelebihan dari windows ini adalah :
1. Kecepatan akses lebih tinggi karena menyediakan fasilitas
jaringan dan pengelolaanya dilakukan secara khusus oleh satu komputer
(sever)yang tidak dibebani dengan tugas lain seperti Workstation.
2. Keamanan dan Administrasi jaringan lebih baik.
3. Server memiliki kemampuan khusus untuk mengorganisasikan
dan menyadiakan fasilitas jaringan.
4. Bagus mudah di install dan Dikonfigurasi
5. Jelas lebih secure di banding 98 dan stabil.
Kekurangan dari windows ini adalah:
1. Biaya Operasi relatif mahal.
2. Bila server keseluruhan tidak akan berjalan dan megalami
gangguan.
3. Jika tidak ada server Windows 2000 Server client tidak
bisa mangoneksikan ke server begitupun sebaliknnya.
4. Mahal,tingkat security yang rendah.
5. Terlalu banyak service yang tidak berguna.
6. Sedikit sulit mengimplementasikan AD (Active Directory)




.png)



